Home > Uncategorized > Benarkah dunia ini diciptakan dalam keseimbangan dan berpasangan?

Benarkah dunia ini diciptakan dalam keseimbangan dan berpasangan?

Banyak yang bilang, segala hal di dunia diciptakan berpasangan. Hitam-Putih. Pria-Wanita. Panjang-Pendek, Lapar-Kenyang, dan sebagainya. Jadi waria dan semacamnya itu melanggar azas “Berpasangan”

Tapi banyak juga yang berkata bahwa segala sesuatu itu harus seimbang dan tidak berlebihan. Makan jangan terlalu kenyang, namun jangan terlalu lapar. Jangan terlalu boros, tapi jangan juga terlalu pelit. Seimbang.

Tapi jika keduanya dipasangkan, yang terjadi justru bertabrakan. Contoh, waria. Melanggar azas berpasangan, tapi azas keseimbangan, dia benar.🙂

Jadi mana yang benar, kita harus jelas sejelas hitam-putih, atau harus seimbang seperti abu-abu?
Dan azas apa yang anda pakai, “berpasangan” atau “keseimbangan”?

Terima kasih.

hmmm… terminologi ‘berpasangan’ lazimnya merujuk pd 2 ‘keberadaan’ (entitas) yg dpt menyatakan saling mengadakan ataupun meniadakan. sedang terminologi ‘keseimbangan’ lazimnya merujuk pd 1 kondisi yg dpt menyatakan 2 keberadaan (entitas) dpt saling melengkapi/menyatukan ataupun menguraikan/menceraikan.

jadi boleh dimaklumkan bahwa kondisi keseimbangan adalah kondisi berpasangan (absolut), artinya unsur2 didalamnya dpt menyatakan saling mengadakan sekaligus saling melengkapi. sederhananya, dgn keberadaan pria dan wanita yg saling meniadakan justru saling melengkapi satu sama lainnya. hanya pria saja yg dpt melengkapi wanita dan hanya wanita saja yg dpt melengkapi pria.

mengenai waria sbg contoh kasus anda, jelas tdk dpt disebut sbg kondisi yg menyatakan keseimbangan, apalagi berpasangan. waria adlh fenomena yg boleh disebut sbg dwi-tunggal (two in one) yg justru keberadaannya tidak berpasangan sehingga tak seimbang. tak dpt dipasangkan dgn yg lain dan tak dpt melengkapi yg lain. ia hanya dpt berpasangan dan seimbang terhadap dirinya sendiri.

> Jadi mana yang benar, kita harus jelas sejelas hitam-putih, atau harus seimbang seperti abu-abu? Dan azas apa yang anda pakai, “berpasangan” atau “keseimbangan”?

perbedaan mendasar antara manusia dgn warna adalah manusia dpt (berkehendak) mensifati dirinya sendiri sedang warna tidak dpt mensifati dirinya sendiri. sederhananya, manusia bisa mewarnai dirinya, sedang warna tak bisa memanusiakan dirinya.

hmmm… jadilah manusia sesuai warna yg kau inginkan, namun jangan berpaling dari hakekat keberadaanmu yg sejatinya lebih tinggi dan lebih agung dari warna yg kau inginkan.


useful hopefully.. thanks… ^_^

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: