Home > Pengalaman > Sebuah pelajaran singkat dari guru matematika…

Sebuah pelajaran singkat dari guru matematika…

Apa yang menentukan seorang pria itu pria dan seorang wanita itu adalah wanita? 

Itulah pertanyaan yang dilontarkan guru matematika, Pak Dodi. Sambil berkata bahwa “Matematika itu kepastian, tidak boleh ada keraguan. Begitu juga dalam hidup”, beliau melontarkan anekdot seperti itu didepan kelas. Kontan saja, para murid langsung bingung dan bertanya-tanya.“Perasaan gw gak enak nih. Pasti ngelawak lagi” pikirku.

Benar saja, mau tahu apa jawabannya?

“Anak”

Kelas bergemuruh. Apa-apaan tuh? Kok nyambungnya kesitu? Tapi kebingungan itu segera dijawab Beliau dengan enteng; “Ya iya. Pasti anak. Coba lihat, kamu cowok dari luar kan. Punya jakun, suara nge-bass, kaki banyak bulu. Tapi kalau belum punya anak, apakah kamu itu cowok? Nggak kan! Cowok pasti bisa punya anak. Begitu juga cewek! Jangan liat dada doang, jeroan batangan lagi…”

Kelas tertawa. “Maksa!”, “Sok tahu…” teriak salah satu siswa.

Pak Dodi segera menimpali, Beliau tidak mau kalah; “Yee.. kamu belum ngerasain. Udah punya anak belum? Saya sudah, 2 lagi. Berarti sudah terbukti kalau saya laki-laki, dan istri saya adalah perempuan beneran.”

“Terus?”

“Begini,” katanya sambil duduk diatas meja. “Kamu para laki-laki, jangan mau hanya melihat fisik saja dari perempuan, walaupun memang itulah alasan utama kamu cari pasangan. Tapi jangan hanya fisik saja, tentu dari agama, otak, harta, dan sebagainya. Fisik itu, bagi pengantin baru, cuman tahan 6 bulan!”

Kelas tertawa.

“Saya berani taruhan, semua cowok yang baru jadi pengantin baru, hanya menyebut istrinya ‘Kamu cantik’, ‘Kamu manis’, dalam 6 bulan. Maksimal 1 tahun. Sisanya? Pelayanan. Kamu curhat ke dia, ngobrol, canda-candaan, dan sebagainya. Kalau istri kamu nggak bisa begitu, kamu lirik lain. Berlaku ‘Rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri’ Itu pasti, saya pernah ngerasain. Apalagi kalau sudah tua nanti. Hayooo…”

“Coba buat kamu yang pada pacaran semua, yang udah lama. 6 bulan lebihan. Jujur, kapan awal-awal aja kan kamu ngerasa pacar kamu cantik. Sisanya, kalau udah jalan, rasanya kayak temen aja kan? Cuman karena kamu udah terlanjur gimana… kamu nggak bisa ngelepas dia begitu aja. Pacaran lama itu rugi. Rugi waktu, pulsa, otak, capek. Mending cepet nikah aja. Gak dosa, pulsa aman, kan samping-sampingan. Gak nimbul fitnah, halal pula. Semua yang halal, itu berpahala lo!” Katanya panjang lebar. Kelas tertawa kembali

“Ya enggak gitu juga kali pak” Sahut salah seorang murid wanita.

“La enggak gimana, kamu pasti nyari yang lebih baru bukan? Sifat manusia itu. Hanya saja… kita nggak bisa langsung bilang ‘Ah kamu tua, jelek, kita cerai’ Ada banyak faktor, anak, hubungan, masa depan, dan sebagainya”

“Berarti kita musti bener-bener milihnya dong pak?” tanyaku.

“Pasti. Harus yang pasti. Pilih pasanganmu seseorang yang dapat membuktikan kalau kamu itu cowok atau cewek sejati. Cari yang bagus, cantik, walaupun relatif. Jangan lupa agama baik, dan satu lagi. Subur! Agar kamu terbukti sejati dan punya anak. Pilih mana, lebih baik putus sebelum nikah karena pasangan kamu itu punya penyakit, atau putus setelah nikah? Mana yang lebih sakit?”

“Setelah nikah pasti pak” sahut salah satu murid.

“Maka dari itu, kamu musti tahu luar dalam orang yang bakal kamu jadikan istri. Tapi biasanya kalau udah cinta, mau sakit apapun nikah juga. Asal setelah nikah baru pengobatan. Tapi yang namanya pasangan muda, masak mau ditahan-tahan?” Katanya sambil tersenyum.

Pak Dodi melirik jam ditangannya. Jam pelajarannya telah usai.

“Ingat, kepastian. Tidak boleh ada keraguan. Hidup ini medan perang. Kamu tidak bisa berlari kedepan, lalu ragu dan mundur lagi kebelakang. Yang ada kamu malah mati ditembak dalam keadaan pengecut. Maju terus, selagi ada waktu. Kalau Tuhan sudah berbicara, orang divonis dokter tidak bisa punya anak pun bisa punya”

Itulah Pak Dodi, guru matematika kelasku.

Categories: Pengalaman
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: