Home > Komik & Animasi, SMA, Yahoo! Answers > SMA Chapter 6: Sensor dan Rating dalam Animanga

SMA Chapter 6: Sensor dan Rating dalam Animanga

Dulu. Duluuu… sekali, saya pernah bertanya soal sensor dan rating dalam animanga. Tapi malas ah, nyari linknya.🙂
Beberapa minggu lalu, saya bertanya lagi soal yang sama, menyambung pertanyaan saya yang berbulan-bulan yang lalu. Responnya? Sangat bagus!
Bagaimana bentuk pertanyaannya? Ini dia:

Menyambung dari pertanyaan saya berbulan-bulan yang lalu soal rating dalam animanga. Plus terinspirasi dari pertanyaan @Kusonuki.

1. Setelah animanga dikelompokkan dalam rating umurnya, apakah animanga tersebut masih diproses untuk sensor? Contoh: Animanga “A”, rating 18+. Apakah animanga “A” tersebut tetap kena sensor agar dapat ditampilkan dimata seorang yang berusia 18+?

2. Bagaimana bentuk sensor dalam animanga? Kalau tidak salah:
a. Darah merah —> hitam
b. Segala bentuk transparan —> solid (Contoh: adegan berendam dalam air. Warna air dijadikan solid agar tidak “tembus pandang”)
c. Ekstra scene untuk mengisi scene yang dipotong.

Ada lagi? Silahkan tulis disini!

3. Dan bagaimana mayoritas bentuk penyensorannya? Kalau di Indonesia kan selalu potong adegan. Kalau disana? Mana yang lebih sering digunakan? Potong adegan atau apa?

4. Menurutmu sejauh mana efek penyesoran terhadap jalan cerita? Merusakkah? Atau tetap menjaga? Bisa berikan contoh animanga yang “rusak” akibat sensor? Menjadi “Bagus” karena sensor? (atau sebaliknya)

5. Kamu lebih suka melihat versi mana, sensor atau tidak?

Terima kasih dan selamat malam.

Jawabannya
bakalan melek mata rada maleman neeh

1. Setelah animanga dikelompokkan dalam rating umurnya, apakah animanga tersebut masih diproses untuk sensor? Contoh: Animanga “A”, rating 18+. Apakah animanga “A” tersebut tetap kena sensor agar dapat ditampilkan dimata seorang yang berusia 18+?

sebagai catatan ANIMANGA berasal dari Jepang jadi udah dari SONO-nya menganut sistem RATING umur Jepang. bila di-EKSPOR ke negara lain ya bakal kena sensor sama negara itu karena sistem SENSOR dan RATING setiap negara berbeda.

contoh: ONE PIECE di Jepang adalah SHOUNEN ANIME yang artinya untuk remaja dibawah umur 20 tahun (catatan: batas usia kedewasaan Jepang adalah usia 20 tahun (coming of age), beda dengan Amerika yang batas dewasanya adalah 17 tahun (cuwit seventeen)).

diimpor ke Amerika ONE PIECE ANIME mengalami sensor karena dikategorikan dalam RATING 13+ atau BO (Bimbingan Orangtua). adegan Sanji merokok misalnya harus di sensor. akhinya Sanji jadi ngulum permen loli karena gak mungkin karakter Sanji dihilangkan tapi ciri khasnya dia yang selalu membiarkan rokok terselip dibibirnya gak boleh hilang jadiiiii digantilah sama permen loli (djayuz deh). kenapa jadi 13+? wah silakan tanya ama Badan Sensor Amerika deh.

untuk ANI-MANGA yang memang sudah cocok RATING-nya per kriteria ya gak bakal kena sensor sih. misal, MANGA MONSTER terbitan DARK HORSE Amerika tidak kena sensor sama sekali sedangkan yang diterbitkan M&C kena sensor. adegan seksual secara eksplisit di Indonesia memang dilarang keras.

demikian. cukup jelas??

2. Bagaimana bentuk sensor dalam animanga? Kalau tidak salah:
a. Darah merah —> hitam
b. Segala bentuk transparan —> solid (Contoh: adegan berendam dalam air. Warna air dijadikan solid agar tidak “tembus pandang”)
c. Ekstra scene untuk mengisi scene yang dipotong.

Ada lagi? Silahkan tulis disini!

selain contoh di atas ada cara lain, MEMOTONG SAMA SEKALI ADEGAN TERSEBUT, alias dihapus. tapi ini pun dengan catatan pula. bila pihak pemegang lisensi aslinya (MANGAKA, PUBLISHER, AGENCY) tidak menyukai hasil dari SENSOR bisa saja lisensi dibatalkan.

sebagai bukti, lo coba deh buka halaman MANGA terbitan ELEX MEDIA dibagian keterangan judul. bila diharuskan ada SENSOR akan ada keterangan ‘BAGIAN YANG MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN DAN SEKSUALITAS TELAH MELALUI SENSOR DENGAN SEPENGETAHUAN PENULIS ASLINYA’

3. Dan bagaimana mayoritas bentuk penyensorannya? Kalau di Indonesia kan selalu potong adegan. Kalau disana? Mana yang lebih sering digunakan? Potong adegan atau apa?

udah gw jelaskan di atas yak. walau lulus SENSOR tapi kisahnya jadi gak mudeng ya biasanya sih batal ditayangkan. kejadian kok sama ANIME EVANGELION, tayang secuil trus hilang tanpa jejak cuma bikin pemirsa GO BERSERK. alasannya KEBANYAKAN YANG MUSTI DIGUNTING … *facepalm*

4. Menurutmu sejauh mana efek penyesoran terhadap jalan cerita? Merusakkah? Atau tetap menjaga? Bisa berikan contoh animanga yang “rusak” akibat sensor? Menjadi “Bagus” karena sensor? (atau sebaliknya)


udah gw jelasin di atas yak.

5. Kamu lebih suka melihat versi mana, sensor atau tidak?

ORIGINAL DONG. kan bisa beli lewat http://www.yesasia.com kekekekke

+ emo

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: