Home > Pendidikan > Membangun Karakter?

Membangun Karakter?

Kata orang, sifat dan karakter seseorang tidak bisa diciptakan. Seperti energi, mereka tidak bisa dibuat dan tidak bisa hilang. Yang ada hanyalah berubah materinya (cahaya-> panas dan sebagainya) Lalu dari mana kata “Membangun karakter” keluar?

Seperti layaknya energi yang akan berfungsi optimal jika diarahkan dengan baik, begitu pula dengan karakter. Mungkin karakter seperti para preman yang “keras, pantang menyerah, dan berani” yang dianggap negatif jika ditangan mereka akan menjadi positif jika ditangan TNI. Bukan menyamakan TNI dengan preman, tapi tentara yang baik adalah tentara yang “keras, pantang menyerah, dan berani” bukan?Sebenarnya, artikel ini dibuat atas tugas dari dosen saya. Buatlah sebuah artikel yang membahas  tentang membangun karakter berdasarkan Pancasila. Jujur, saya bingung. Tapi setelah saya bertanya kepada ayah saya, beliau memberikan sebuah “petunjuk”

Saat itu beliau sedang membaca koran. Artikel yang sedang panas saat itu adalah soal PSSI dan seperti biasa, korupsi.

Ayah (A): Beritanya sama aja ya, korupsi mulu. Palingan tambahan soal bola

Saya (S): Namanya juga Indonesia pak.

A: Mentalnya memang sudah jelek ya. Gak dari atas gak dari bawah. Hanya segelintir saja yang masih bagus.

S: Maksudnya?

A: Yah memang mental orang kita itu, gak ada disiplinnya. Dari jaman Belanda juga. Buang sampah sembarangan padahal didekatnya ada tempat sampah. Nyebrang ngasal padahal ada jembatan penyebrangan. Apa susahnya sih jalan sedikit? Kalau tertib kan enak diliat. Terus lagi, ini (katanya sambil menunjuk ke TV) masa jalur sepeda diserobot motor sama bajaj?

S: Yaa… harus dibiasakan dulu dong. Namanya juga peraturan baru.

A: Lah itu, kalau ada polisi baru pada kabur. Ini yang namanya mental Indonesia? Ini sifat dan karakter orang Indonesia? Kapan mau maju?

S: Ya kan tingkat pendidikan mereka tidak terlalu tinggi jadi munkin tidak terlalu mengerti akan  hal itu…

A: Kalau kata bapak, nggak. Kita, orang Indonesia, punya 1 masalah akut soal kepribadian. Apa itu? Tukang ikut-ikut dan tidak punya pendirian/prinsip

Jika kita bicara tentang Pancasila, maka karakter dalam Pancasila yang sukses dilakukan oleh bangsa ini hanya 2: Ketuhanan Yang Maha Esa, dan Sila ketiga; Persatuan Indonesia.

Sila kedua; Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab hanya dilakukan setengah. Kemanusiaan tidak bisa mengalahkan uang, terutama saat si miskin sakit dan tidak bisa membayar biaya pengobatan. Yah walaupun di banyak tempat terjadi sebaliknya.

Sila keempat? Jauh… Lihat saja para anggota dewan kita yang terhormat. Hanya sedikit dari mereka yang benar-benar memperjuangkan rakyat. Sisanya memperjuangkan kepentingan sendiri dan golongan mereka. Mari kita bangun gedung baru sekian trilyun saat rakyat kita banyak yang kelaparan, sakit, dan tidak bisa memperoleh pendidikan! YEAH!

Bagaimana soal “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”?

Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin

Lalu bagaimana cara menghancurkan lingkaran setan ini?

Mungkin, kita musti melakukan apa yang Jepang lakukan. Walaupun secara tidak sengaja. Bom Atom yang dijatuhkan ke Jepang oleh Sekutu (Dalam hal ini, Amerika Serikat) bisa dibilang telah memutus “rantai generasi” Generasi yang dibentuk setelah peristiwa tersebut justru adalah generasi yang paling sukses. Mereka berkerja keras, disiplin, dan senantiasa mengikuti segala peraturan yang dibentuk (walau oleh pihak AS) Dan hasilnya? Jepang menguasai dunia. Lewat industri, seni, hingga makanan.

Mungkin, kita harus memutus generasi yang sudah bisa dibilang “hancur” ini dengan sesuatu. Lalu kita bangun ulang dari 0 lagi dengan meletakkan berbagai prinsip yang baik pada generasi ini. Memisahkannya dari pengaruh buruk, dan memberinya berbagai ketrampilan dan kepandaian untuk membangun negeri. Semua itu diperlukan agar kita dapat mengarahkan karakter “Cerdas, pintar, dan banyak akal” untuk membangun negeri, bukan untuk ngeles saat diperiksa polisi dan KPK atas tujuan korupsi.

Apa kita harus di bom atom dulu baru sadar? Jangan sampai deh.

Categories: Pendidikan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: